Manusia diciptakan berpasangan. Ya. Saya setuju. Bahkan yang selain manusia pun berpasangan. Lantas, masihkah kita khawatir tentang janji Tuhan tersebut?
Yang perlu kita lakukan adalah tetap bertawakal. Tetap yakin bahwa suatu ketika seseorang yang tepat akan hadir dalam hidup kita. Perbaiki selalu diri kita. Jauhkan diri dari hal tercela.
Namun ada kalanya memang kita putus asa. Apalagi di saat yang sebaya dengan kita melangkah lebih dulu membentuk sebuah keluarga. Rasanya terbebani. Ditambah pertanyaan dari para sanak saudara. 'Kapan kawin?' Tuhan.. Kutukan apalagi ini? He
Ya sudah, sih. Sabar kalau kata saya.
Untuk yang lagi patah hati karena habis putus cinta? Tenang, sayang. Rata-rata semua orang pernah kecewa. Ya itu dia sebabnya, karena keinginan kita tidak sama dengan yang sebenarnya kita butuhkan. Terlebih patah hatinya orang yang sudah memantapkan hati untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius dengan pasangannya, namun orang tuanya tidak menyetujui lantaran status saja. Oh.. Pasti sakit dadamu itu, sayang. Sesak. Rasanya ingin lari saja ke atas pohon. Jangan. Entar disangka monyet.
Tenang saudara. Ada yang lebih parah dari itu. Sudah sama-sama cinta. Sudah sama-sama kenal dengan keluarga, tapi sayangnya belum bisa menikah karena kakak pasangan itu ada yang belum menikah. Lantas orang tuanya pun menginginkan untuk tidak melangkahi kakaknya itu. Ya. Kuasa Tuhan... Mungkin harus lebih berlapang dada kalau katanya sheila on 7.
Ada berbagai halangan memang dalam mencapai bahagia. Kalau bukan seperti itu, mana mungkin kenikmatan kita rasakan sempurna?
Yang perlu diingat di sini adalah, jadikan diri kita sebaik-baik manusia, berkhusnudzon pada yang kuasa, dan berbuat baik kepada sesama manusia.
Rabu, 10 Februari 2016
Be Positive untuk Jodohmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar